Saya sedih sekaligus perihatin melihat bangsaku yang menyandang gelar Negara terkorup nomor 4 didunia dan nomor 2 di Asia , subhannallah . Mau jadi apa Negara kita ini yang mayoritas berpenduduk Muslim. Negara yang dijuluki gemah ripah loh jinawi ( subur dan makmur ) menjadi sarang koruptor. Sulit untuk memberantas koruptor , hampir disemua sektor selalu ada koruptor, baik skala kecil maupun besar, ada istilah korupsi berjamaah, pemberatasan korupsi hanya di suarakan di tivi dan media saja , kenyataannya sulit untuk diberantas.

Disana sini banyak pengangguran, lapangan kerja semakin sulit didapatkan , Banyak anak bangsa yang tidak dapat melanjutkan pendidikan karena keadaan ekonomi, yamg lebih parah lagi banyak masyarakat yang hidup seadanya karena keadaan ekonomi , inilah salah satu penomena yang ada dinegara kita, yang kecil semakin tertindas dan yang kuat semakin Berjaya, apakah ini yang dinamakan hukum rimba yang kuat yang menang dan yang lemah akan tersingkirkan, Rakyat sang pemilik kekuasan tertinggi hidupnya semakin sulit sementara wakil rakyat dan pejabat penyelenggara Negara dan Pengusaha /Investor bisa hidup bermewah mewahan diatas kesengsaraan rakyat.

Sulit rasanya mengurai benang kusut masalah yang satu ini lagi lagi yaitu Korupsi. Korupsi berasal dari kata korup yaitu melakukan kecurangan atau mengambil hak orang lain yang bukan menjadi haknya. Sedangkan Koruptor adalah pelakunya. Akhirnya saya bertanya lagi apakah Penomena yang ada ini merupakan akibat dari perbuatan sang Koruptor , yang menjadikan hidup miskin dan sulit bangkit dari keterpurukan.

Sungguh ironis memang , kalau kita melihat dikota-kota besar seperti Jakarta ada yang hidup bermewah mewahan , tinggal ditempat yang nyaman sejuk dan dingin berAC ,mau makan apapun tersedia baik masakan luar negeri ataupun dalam negeri mereka makan direstoran yang mewah , juga memakai mobil yang berharga milyaran rupiah , sementara orang yang hidup dikolong jembatan dan juga di bantaran pinggir kali ada ribuan orang-orang miskin hidup sulit dengan keadaan apa adanya , tidur dimana saja ,saat hujan dan banjir mereka harus pergi dari kolong jembatan itu dan meninggalkan rumahnya , tak tersedia makanan dan hidup tanpa ada jaminan apapun. Hal ini sangat kontras akan terlihat di kota-kota besar seperti Jakarta .

Siapa yang harus disalahkan jika eksekutif , legeslati dan yudikatif korup, harus kemana lagi diserahkan kekuasaan rakyat yang merupakan suara Tuhan. Entahlah , akan kita mulai dari mana untuk mewujudkan Negara yang adil dan berkeadilan.

Pemerintah , Partai dan Para Pengusaha (Investor) tiga serangkai yang menyebabkan Negara ini mendapat gelar Negara urutan ke 4 didunia untuk Negara terkorup , mau tidak mau atau senang tidak senang kenyataannya demikian adanya . maka mulailah kita berfikir untuk suatu hal yang sekecil apapun untuk tidak melakukan korupsi , bentuklah mental yang baik , mungkin dari rumah , sekolah dari sekolah agar kelak dijadikan landasan awal membentuk moral dan mental yang bagus.


 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: